Featured

Ketua Umum PPPAI Indonesia Soroti Rendahnya Kemampuan Baca Al-Qur’an Dosen PTKIN: Serukan Regulasi Nasional

Ketua Umum PPPAI Indonesia Soroti Rendahnya Kemampuan Baca Al-Qur’an Dosen PTKIN: Serukan Regulasi Nasional


Yogyakarta – Ketua Umum Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAI), Prof. Eva Latipah, menyampaikan keprihatinan serius terkait masih lemahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan sebagian dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Dalam laporan dan hasil pemantauan pelatihan dosen baru yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) pada tahun 2024, Prof. Eva mengungkapkan bahwa hanya sekitar sepertiga dari peserta pelatihan yang menunjukkan kelancaran membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid. Selebihnya mengalami kesulitan nyata—dari bacaan yang terbata-bata, kesalahan hukum tajwid, hingga penolakan untuk membaca saat diminta melantunkan ayat pendek.

“Ini bukan sekadar isu teknis, tetapi cerminan mendalam dari lemahnya perhatian terhadap kompetensi Qur’ani yang semestinya menjadi identitas dasar dosen PTKIN. Kita tidak bisa membiarkan institusi pendidikan Islam kehilangan ruhnya,” tegas Prof. Eva yang juga merupakan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Prof. Eva juga menyinggung kondisi yang tidak kalah memprihatinkan di lingkungan akademik pascasarjana. Dalam sejumlah ujian akhir, ditemukan bahwa penguji justru tidak mampu memberikan koreksi tajwid karena mengaku tidak yakin pada hafalan hukum bacaan yang dimilikinya.

PPPAI Indonesia memandang penting untuk menjadikan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap dosen PTKIN, tanpa kecuali. Tidak cukup hanya mengandalkan capaian-capaian formal seperti akreditasi, publikasi, atau pemeringkatan internasional, jika aspek spiritualitas dan integritas Qur’ani justru diabaikan.

Sebagai langkah konkret, PPPAI Indonesia mendorong Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menyusun dan memberlakukan regulasi nasional yang mewajibkan penguasaan bacaan Al-Qur’an sebagai syarat dasar pengangkatan dosen baru dan indikator resmi dalam pembinaan profesi dosen, termasuk untuk keperluan kenaikan jabatan akademik.

“Transformasi PTKIN ke arah mutu global harus dimulai dari akar: yaitu integritas Qur’ani para dosennya. Jangan sampai kita melahirkan lulusan cemerlang secara administratif, tapi rapuh secara spiritual,” tambah Prof. Eva.

Sebagai organisasi keilmuan yang menaungi ratusan program studi PAI di seluruh Indonesia, PPPAI Indonesia berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Program pembinaan dosen, forum ilmiah nasional, dan kemitraan strategis akan terus dikembangkan guna memperkuat kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya unggul, tetapi juga berkarakter Islami dan Qur’ani.

Featured

WEBINAR NASIONAL

WhatsApp Image 2025-06-08 at 14.23.31_de9086fb

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.


Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Program Pascasarjana 

IAIN Fattahul Muluk Papua mengundang para akademisi, pendidik dan mahasiswa untuk mengikuti WEBINAR NASIONAL

Dengan Tema:

Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran PAI

🗓Selasa, 10 Juni 2025

⏰ Pukul 11.00-14.00 WIT/ 09.00-12.00 WIB


Narasumber 1

Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., M.Si.

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 

Ketua Umum Perkumpulan Prodi PAI Indonesia


Narasumber 2:

Dr. Muhamad Zaini, MA.

Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 

Ketua 1 Perkumpulan Prodi PAI Indonesia


Moderator:

Sigit Purwaka, M.Pd.

Plt. Kaprodi Magister PAI Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk Papua 

Melalui zoom dengan link


Join Zoom Meeting

https://us06web.zoom.us/j/81400910499?pwd=cqRZ38DflFV8dZ1DAPeZJi5GRkSGlC.1


Meeting ID: 814 0091 0499

Passcode: 191509


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Featured

TRAINING dan WORKSHOP KURIKULUM OBE 2024

TRAINING dan WORKSHOP KURIKULUM OUTCOME BASED EDUCATION (OBE) 2024

WhatsApp Image 2024-09-11 at 17.13.27

Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII) telah menggelar Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di Hotel Morazen, Yogyakarta, dari 4 hingga 7 September 2024. Kegiatan ini diadakan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Sunan Kalijaga yang menjadi tuan rumah acara ini.


Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, serta menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, antara lain Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, MA., M.Phil. Ph.D., Prof. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd., Prof. Dr. Eva Latipah., S.Ag., S.Psi., M.Si., dan Dr. Mohamad Agung Rokhimawan, M.Pd. 


Pada pembukaan workshop, Prof. Eva Latipah yang juga merupakan Ketua Umum PPPAII, menjelaskan bahwa acara ini merupakan langkah strategis untuk merespons perubahan kebijakan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) yang tercantum dalam Permendikbudristekdikti Nomor 53 Tahun 2023. Permendikbudristekdikti tersebut memperkenalkan pendekatan OBE dalam pengembangan kurikulum, yang menuntut perguruan tinggi untuk fokus pada capaian pembelajaran yang jelas dan relevan dengan kebutuhan global.


Ketua umum Prof. Eva Latipah menekankan pentingnya menyelaraskan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan standar baru ini agar dapat memberikan panduan praktis bagi akademisi, pengelola program studi, dan pemangku kepentingan lainnya. Dia menjelaskan bahwa kurikulum harus dirancang untuk mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri dan masyarakat agar lulusan siap berkontribusi secara nyata.


Lebih lanjut, Prof. Eva Latipah menggarisbawahi bahwa perubahan dalam Permendikbudristekdikti ini berdampak besar pada sistem akreditasi perguruan tinggi. Proses akreditasi kini berfokus pada pencapaian hasil konkret dari lulusan, bukan hanya pada input dan proses. Perguruan tinggi diharapkan menunjukkan bukti implementasi OBE yang efektif untuk meningkatkan relevansi lulusan dengan pasar kerja.


Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, dalam sambutannya pada prosesi pembukaan workshop, menyoroti tantangan besar dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Ia mencatat bahwa perubahan kurikulum di Indonesia, seperti KTSP, KBK, KKNI, MBKM, dan kini OBE, sering terjadi.


Prof. Noorhaidi Hasan juga mengutip data yang menunjukkan bahwa sekitar 1,28 juta lulusan perguruan tinggi, atau 13 persen dari total pengangguran terbuka di Indonesia, masih mengalami kesulitan dalam memasuki dunia kerja. Pemerintah berupaya untuk memperbaiki kondisi ini dengan memastikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya mendidik mahasiswa tetapi juga menghasilkan lulusan yang siap bekerja dan menerapkan ilmu, keterampilan, serta pengetahuan mereka untuk pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.


Ia menambahkan bahwa perubahan kurikulum seharusnya tidak hanya terfokus pada aspek administratif dan birokratis, tetapi juga harus mempertimbangkan tujuan dan substansi kurikulum yang lebih mendalam, guna menciptakan generasi yang kuat, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Featured

Pengkuhan Guru Besar

Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar  Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si.,

WhatsApp Image 2023-02-03 at 00.54.36

Ketua Umum Orgnasisasi Perkumpulan Prodi PAI Indonesia (PP-PAI-I) Prof. Eva Latipah dikukuhkan sebagai Guru Besar UIN Sunan Kalijaga oleh Ketua Senat, Prof. Siswanto Masruri, di gedung Prof. R.H.A. Soenarjo, S.H., kampus UIN Sunan Kalijaga, 31/1/2022. Prof. Eva Latipah dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Imu Psikologi Pendidikan, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2022, berdasarkan SK. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nomor 64526/MPK.A/KP.07.01/2022

Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk Transformasi Regulasi-diri dalam Penguatan Nilai-nilai Agama Bagi Generasi Milenial, Prof. Eva antara lain memaparkan tentang potret generasi milenial atau dapat juga diistilahkan Digital Gneration, Kritik dan pemetaan bagaimana mengembangkan potensi mereka agar dapat berkembang secara maksimal dalam membangun peradaban yang lebih baik.

Download Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Eva Latipah

PPPAII dan Kemenag RI Gelar Uji Publik CPL PAI Indonesia

PPPAII dan Kemenag RI Gelar Uji Publik CPL PAI Indonesia

Jakarta, 29 Oktober 2025 

Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII) bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI menyelenggarakan Uji Publik Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) PAI Indonesia di Hotel Adia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kurikulum nasional PAI agar selaras dengan kebutuhan zaman dan standar akreditasi nasional.

Dalam sambutannya, Direktur Diktis, Prof. Dr. Syahiron, M.A., menyampaikan apresiasi atas inisiatif PPPAII yang secara konsisten mengawal mutu kurikulum PAI Indonesia. Menurutnya, PPPAII telah berperan sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam menjaga kualitas akademik dan profesionalitas lulusan PAI di berbagai jenjang.

Prof. Dr. Thib Raya, mewakili LAMGAMA, menegaskan pentingnya keselarasan antara mutu kurikulum dengan instrumen akreditasi rumpun ilmu agama. Menurutnya, “LAMGAMA memiliki kepentingan besar dalam memastikan kurikulum yang digunakan oleh program studi keagamaan mencerminkan standar mutu yang terukur dan terakreditasi”.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UMJ, Prof. Dr. M. Hadi, M.Kes., yang mewakili tuan rumah, menyatakan bahwa asosiasi profesi seperti PPPAII memiliki peran strategis dalam menjaga mutu pendidikan nasional. “Hal ini sejalan dengan amanah Undang-Undang bahwa asosiasi profesi berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi”, ujarnya.

Ketua Umum PPPAII, Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si., dalam pengantarnya menegaskan bahwa PPPAII siap mengawal kurikulum PAI Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab profesional sekaligus amanah regulatif sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 39 Tahun 2025.

Beliau menambahkan, penyusunan CPL dan Body of Knowledge (BoK) PAI telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2022 hingga 2025, melibatkan para dewan pakar lintas bidang seperti Prof. Noorhaidi Hasan, Ph.D., Prof. Dr. Sutrisno, Prof. Dr. M. Sirozi, Prof. Dr. Sukiman, dan Prof. Dr. Suyadi.

PPPAII menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini — mulai dari Kementerian Agama RI, pimpinan perguruan tinggi, hingga para dosen dan pakar dari berbagai daerah. Uji publik ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menyempurnakan kurikulum PAI yang unggul, relevan, dan berdaya saing global.

#PPPAII #KemenagRI #CPLPAIIndonesia #KurikulumPAI #KampusBerdampak #MutuPendidikanIslam

Tim PPPAII Mahariah Muhamad Zaini Reksiana Adi Saputra Syamsul Kurniawan Insight Busahdiar Guntur Cy Nuza Azizatyi Kharisul Wathoni Ahmad Lahmi Yuliharti Abbaas PAI UIN SUKA Direktorat.PAI Ditjen Pendis Kemenag RI

PPPAII LOUNGE, MENILAI PAI SECARA BERMAKNA: ANTARA KOGNISI, AFEKSI, DAN SPIRITUALIS

e3734d3d-b471-4fe2-9240-1db83d254d57

PPPAII LOUNGE, DARI CERAMAH KE KOLABORASI

2ee5e504-27ff-40bb-b08f-1748a0c52577

PPPAII LOUNGE, PAI DAN KESEHATAN MENTAL

c273ce4a-ca57-479b-b113-340eb884c8ad

PPPAII LOUNGE, Desain Kurikulum yang Adaftif dan Berbasis Nilai

WhatsApp Image 2025-10-28 at 00.34.41

Munas & ACIRE PPPAII Lombok